Minggu, 01 Oktober 2017

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

·         Definisi Metodologi
Metodologi penelitian merupakan sebuah cara untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan penelitian.
Dalam Metodologi, peneliti menggunakan berbagai kriteria yang berbeda untuk memecahkan masalah penelitian yang ada. Sumber yang berbeda menyebutkan bahwa penggunaan berbagai jenis metode adalah untuk memecahkan masalah.
Jika kita berpikir tentang kata “Metodologi”, itu adalah cara mencari atau memecahkan masalah penelitian. (Research Institute Industrial, 2010).
Dalam Metodologi, peneliti selalu berusaha untuk mencari pertanyaan yang diberikan dengan cara-cara yang sistematis yang digunakan dan berupaya untuk mengetahui semua jawaban sampai dapat mengambil kesimpulan. Jika penelitian tidak dilakukan secara sistematis pada masalah, akan lebih sedikit kemungkinannya untuk dapat mengetahui hasil akhir. Untuk menemukan atau menjelajahi pertanyaan penelitian, peneliti akan menghadapi berbagai permasalahan,  dimana semua itu baru dapat diselesaikan secara efektif jika menggunakan metodologi penelitian yang benar (Industrial Research Institute, 2010).
Dalam istilah sederhana, metodologi dapat diartikan sebagai, memberikan sebuah ide yang jelas tentang metode apa atau peneliti akan memproses dengan cara bagaimana di dalam penelitiannya agar dapat mencapai tujuan penelitian.
Dalam rangka untuk merencanakan proses penelitian secara keseluruhan dan agar penelitian dapat selesai tepat waktu serta penelitian berjalan di arah yang benar, maka peneliti haruslah hati-hati dalam memilih metodologi. Sehingga proses pemilihan metode penelitian adalah bagian yang sangat penting di dalam proses penelitian. Dengan kata lain; Metodologi berguna dalam rangka memetakan pekerjaan penelitian secara keseluruhan dan memberikan kredibilitas kepada hasil penelitian yang dicapai nantinya.
Kesimpulan dari berbagai pengertian tentang metodologi di atas, menurut versi statistikian adalah: metodologi penelitian adalah sebuah upaya sistematis dalam rangka pemecahan masalah yang dilakukan peneliti agar dapat menjawab permasalahan-permasalahan atau fenomena yang terjadi.
Dengan menggunakan metodologi penelitian, peneliti akan dapat mengambil kesimpulan-kesimpulan sehingga dapat menemukan solusi dari permasalahan. Serta kesimpulan-kesimpulan tersebut dapat dipercaya, sebab menggunakan pengukuran-pengukuran secara scientific.
·         Pengertian Penelitian Menurut Beberapa Ahli :

1.                  David H. Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
2.                  J. Suprapto MA 
Penelitian ialah penyelididkan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
 
3.                  Sutrisno Hadi MA
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat didefinisikan sebagai usaha untuk
menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
 
4.                  Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau melalui usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya

·         Manfaat Metodologi Penelitian
  1. Menggunakan metodologi, peneliti dapat memudahkan pekerjaannya agar sampai pada tahap pengambilan keputusan atau kesimpulan-kesimpulan.
  2. Menggunakan metodologi, para peneliti dapat mengatasi berbagai keterbatasan yang ada, misalnya keterbatasan waktu, biaya, tenaga, etik, dan lain-lain.
  3. Kesimpulan yang diambil oleh peneliti dapat terpercaya.
  4. Kesimpulan yang diambil dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan.

Kata metodologi (metodologi penelitian), dalam Bahasa Inggris berasal dari dua kata yakni method dan logical. Method (metode) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti
1.      cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan;
2.      sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misalnya metode preskriptif, dan komparatif.
Logical berarti sesuai dengan logika, benar menurut penalaran dan masuk akal. Sedangkan penelitian dalam Bahasa Inggris yaitu research. Re berarti kembali dan search berarti  pencarian. Jika digabungkan maka research berarti pencarian kembali. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa metodologi penelitian adalah cara-cara yang masuk akal untuk melakukan pencarian kembali. Dapat juga dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah prosedur yang dipakai dalam melakukan suatu penelitian, dapat mengenai langkah-langkah kerja atau urutan.
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti diharuskan menentukan terlebih dahulu tentang cara-cara atau metode  (atau metodologi penelitian) yang akan digunakan. Hal ini disebabkan karena metodologi tersebut akan menjadi semacam guidance dalam melakukan penelitian dari awal sampai akhir. Bagaimana jika suatu penelitian meniadakan metodologi penelitian? Maka yang terjadi adalah penelitian tersebut tidak mempunyai prosedur dan hasilnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berikut adalah langkah-langkah yang terdapat dalam lingkup metodologi penelitian adalah pengidentifikasian masalah; perumusan masalah; pendekatan penelitian; penentuan metode penelitian misalnya dengan menggunakan metode penelitian historis, deskriptif, perkembangan atau development research, atau penelitian tindakan dan lain sebagainya.

Penggolongan Metode Penelitian di lihat dari Tingkat Eksplanasi

Terdapat banyak jenis metode jika kita lihat dari tingkat eksplanasi maka dapat metode penelitian dapat kita golongkan menjadi tiga (3) yaitu :
1.      Penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai suatu variabel;
2.      Penelitian komperatif adalah penelitian yang diadakan untuk membandingkan variabel-variabel penelitian dan terakhir adalah
3.      Penelitian asosiatif atau penelitian hubungan maksudnya adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih.

Metode penelitian jika dilihat dari analisis dan jenis data maka dapat dikelompokkan menjadi dua (2) jenis penelitian yakni :
1.      Penelitian kualitatif dan
2.      Penelitian kuantitatif.
Sedangkan jika dilihat dari metodenya terdapat delapan jenis yaitu :
1.      Penelitian survey, penelitian yang dilakukan dalam sebuah populasi dengan tujuan menemukan hubungan antar variabel atau distribusi;
2.      Penelitian ex-post facto, penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab yang memicu terjadinya suatu peristiwa;
3.      Penelitian eksperimen, penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengaruh antar variable;
4.      Penelitian naturalistic, penelitian yang digunakan untuk meneliti objek alami;
5.      Policy research, yang bertujuan meneliti masalah sosial;
6.      Action research, penelitian yang bertujuan untuk menemukan metode atau cara yang paling efektif;
7.      Penelitian evaluasi; dan
8.      Penelitian sejarah.

·         PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF

1.      Metode Penelitian Kualitatif
Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

2.      Metode Penelitian Kuantitatif
Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan symbol – symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.

·         Karakteristik penelitian
1. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengetahuan yang dapat menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan atau dapat memecahkan suatu permasalahan yang terdapat dalam batasan masalah.
2. Metodologi penelitian adalah pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
3. Penelitian dan ilmu merupakan operasionalisasi dari metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah.
·         Proses penelitian
1. Masalah penelitian penelitian mencakup: penemuan masalah dan pemecahan masalah tahap:identifikasi bidang permasalahan, pemilihan atau pemilihan pokok masalah dan perumusan masalah kajian teoretis menyusun kerangka teoretis yang menjadi dasar untuk menjawab masalah atau pertanyaan penelitian.

2. Pengujian fakta (data) mencakup: pemilihan, pengumpulan dan analisis fakta yang terkait dengan masalah yang diteliti data: sekumpulan fakta yang diperoleh melalui pengamatan (0bservasi) atau survei. kesimpulan merupakan hasil penelitian yang memberi feed back pada masalah atau pertanyaan penelitian.
·       Macam macam penelitian sebagai berikut:
1.       Secara paradigmatik dikenal ada 3 (tiga) macam paradigma penelitian:
a.       Positivistik; fokusnya mencari hubungan antar-variabel --- Madhab Comtean (August Compte). Akar penelitian kuantitatif.
b.      Interpretif  (fokusnya pada makna suatu tindakan) --- madhab Weberian. Akar penelitian kualitatif.
c.       Kritik (fokusnya pada wacana. Wacana merupakan medan beroperasinya kekuasaan) --- madhab postmodernisme  (ideologi dan kekuasaan)

2.       Secara metodologik, terdapat 4 (dua) macam metode penelitain:
a.       Metode Kuantitatif dasarnya adalah semua persoalan kehidupan terjadi dalam hubungan sebab akibat.  Tindakan manusia merupakan akibat dari sebab-sebab tertentu.
b.      Metode Kualitatif dasarnya adalah manusia merupakan makhluk berkehendak bebas (free will)  yang bertindak atas dasar keinginan pribadi
c.       Metode Campuran (Mixing Methods) Kuantitatif dan Kualitatif dasarnya adalah logika triangulasi (hasil kualitatif bisa dikembangkan untuk diuji kuantitatif, atau hasil kuantitatif perlu diperdalam kepada para aktor secara  kualitatif)
d.      Metode Kritis/Refleksif – dasarnya adalah fungsi praksis (perbaikan) ilmu pengetahuan untuk mengkritisi dan mengubah situasi yang tidak manusiawi.

3.       Berdasarkan dorongannya, terdapat 2 (dua) macam penelitian:
a.       applied (terapan) tujuannya untuk menyelesaikan persoalan dengan  cepat
b.      pure  (murni) tujuannya untuk pengembangan ilmu pengetahuan

4.       Berdasarkan jenis  realitasnya (unit of analysis), terdapat  4 (empat) jenis penelitian:
a.       penelitian mikro objektif (misalnya tentang tindakan-tindakan individual)
b.      penelitian mikro subjektif (misalnya tentang pendapat, ide, pengalaman    individual).
c.       penelitian makro objektif (misalnya tentang pola-pola struktural umum yang kasat mata, seperti masyarakat, birokrasi, hukum, arsitektur, pendidikan dsb).
d.      penelitian makro subjektif (misalnya tentang pola-pola struktural umum yang tidak kasat mata, seperti  kultur, norma, dan nilai yang  ada di masyarakat)
e.      penelitian pertautan (linkage) antar dua atau lebih kuwadran (mikro-makro, subjektif-objektif)

5.       Berdasarkan sifat masalah dan tujuan penelitian terdapat
a.       Penelitian eksploratori: Menjelajahi fenomena baru
b.      Penelitian deskriptif: Memaparkan fenomena/fakta
c.       Penelitian eksplanatori: Menjelaskan (hubungan) dua atau lebih fenomena/fakta
d.      Penelitian Prediktif: Meramalkan kecenderungan fenomena/fakta berdasarkan data sekarang
e.      Penelitian Interpretif: Memahami fenomena (khususnya melalui tindakan verbal dan diskursif pelaku)
f.        Penelitian kritis: Memberikan penafsiran tandingan (alternatif) atas fenomena berdasarkan pendirian tertentu
g.       Penelitian historis: merekonstruksi rangkaian kejadian penting masa lalu.

6.       Berdasarkan perolehan data, terdapat 2 (dua) macam jenis penelitian:
a.       lapangan (field) (field research)
b.      teks (text analysis/studies)

7.       Berdasarkan  jenis data yang dikaji, terdapat  3 (tiga) kelompok besar  analisis data kualitatif:
a.       analisis teks dan bahasa
b.      analisis tema budaya
c.       analisis kinerja, dan pngalaman individual serta perilaku institusi

8.       Berdasarkan metodenya, teks dan bahasa dapat diteliti dengan:
a.    Analisis Isi (Content Analysis)
b.    Analisis Wacana (Discourse Analysis)
c.     Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis)
d.    Analisis Bingkai (Framing Analysis)
e.    Analisis Semiotik (Semiotic Analysis)
f.     Analisis Konstruksi Sosial (Social Construction Analysis)
g.    Hermeneutika (Hermeneutics):
-       Hermeneutika Intensionalisme --- makna teks ditelusur dari penyusun teks.
-       Hermeneutika Gadamerian. ---  makna teks ditelusur pada pembacanya.

·       6 Tahap dalam proses Riset
Langkah 1 : Menentukan tujuan penelitian dan rumusan masalah penelitian 
Sebelum kita melakukan sebuah riset, kita harus mengetahui masalah apa yang ingin kita cari tahu jawabannya melalui penelitian kita. Dalam tahap ini kita menentukan tujuan penelitian yang akan kita lakukan, latar belakang informasi yang relevan, dan bagaimana informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan. Biasanya individu atau organisasi melakukan riset untuk tiga tujuan dasar : (1) untuk mempengaruhi atau membujuk audiensi, (2) untuk membuat inovasi baru, (3) untuk memahami atau memprediksi perilaku manusia atau fenomena. 

Bagi perusahaan, riset biasanya berperan penting dalam menyediakan informasi yang diperlukan untuk mengambil kebijakan (baik di level low management hingga top management), maka sebelum melakukan riset kita perlu melakukan diskusi pihak manajemen agar hasil riset dapat membantu menjawab masalah perusahaan. Beberapa tujuan riset bagi perusahaan diantaranya untuk mengetahui potensi pasar yang baru, alasan mengapa penjualan menurun, untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, dsb. 

Langkah 2 : Menentukan pendekatan penelitian
Setelah kita mengetahui apa yang ingin diteliti, kemudian kita menentukan pendekatan penelitian. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi pencarian teori yang mendasari, membuat rumusan masalah dan hipotesis . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian bisa berbeda tergantung pada masalah apa yang ingin diteliti. Secara umum ada empat pendekatan penelitian, antara lain: 
·                      Pendekatan kuantitatif (quantitative approach), yaitu pendekatan riset yang umumnya berasosiasi dengan paradigma positif dimana periset memiliki satu atau beberapa hipotesis awal. Pada pendekatan ini data dikumpulkan dan diubah menjadi angka-angka sehingga dapat dilakukan perhitungan statistik.
·                     Pendekatan kualitatif (qualitative approach), biasanya berasosiasi dengan paradigma konstruk sosial. Pendekatan ini pada dasarnya adalah merekam, menganalisa, dan menggali pemahaman mendalam mengenai sesuatu seperti perilaku manusia. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam dari pengalaman seseorang, bukan untuk men-generalisir terhadap semua orang.
·                     Pendekatan pragmatis (pragmatig approach/ mixed method) yaitu menggunakan gabungan pendekatan (kualitatif dan kuantitatif) untuk menjawab satu masalah penelitian. Misalnya, peneliti ingin mengetahui apa yang mendorong konsumen untuk membeli produk jus kaleng. Langkah awal peneliti tersebut melakukan wawancara ke beberapa konsumen dan diperoleh beberapa faktor pendorong. Kemudian periset menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji apakah faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi konsumen lain.
·                     Pendekatan advokasi (advocacy/participatory approach). Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk memberi perubahan positif atau mempengaruhi orang lain bukan untuk mendeskripsikan sesuatu. Pada pendekatan ini partisipasi aktif dari responden/narasumber diperlukan dan biasanya peneliti menjadi bagian dari kelompok yang ditelitinya.

Langkah 3 : Memformulasikan desain riset (research design) 
Sama seperti dua langkah sebelumnya, tahap formulasi desain riset ini masih dalam proses perencanaan. Seperti yang dikatakan dalam Malhotra, desain penelitian merupakan acuan (guideline) dalam melakukan riset. Dalam tahap ini kita memilih klasifikasi riset yang akan digunakan, membuat hipotesis (untuk penelitian kuantitatif), menentukan metode pengambilan data, merancang alat pengumpulan data dan skala pengukuran, memilih dan menentukan jumlah responden, dan merencanakan metode analisis data. 
Langkah 4 : Pengumpulan data (fieldwork)
Proses pengumpulan data meliputi pemilihan wilayah kerja, melakukan training tenaga lapangan, supervisi, validasi data, dan evaluasi. Hal terpenting dalam pengumpulan data adalah tenaga surveyor (untuk yang menggunakan survey) dan interviewer (untuk yang melakukan interview) sudah terlatih dalam mengumpulkan data. Hal ini dikarenakan proses pengumpulan data memakan waktu yang cukup panjang sementara biasanya hasil riset dibutuhkan segera. Selain itu dalam tahap ini biasanya kerap terjadi eror sehingga perlu dilakukan supervisi dan evaluasi. 

Langkah 5 : Menyiapkan dan menganalisis data 
Ribuan data yang sudah dikumpulkan tentu tidak dapat memberikan informasi yang kita butuhkan jika tidak diolah dan dianalisis. Data-data yang sudah dikumpulkan tersebut kemudian diperiksa atau di-edit. Kemudian dilakukan coding (pemberian kode untuk mempresentasikan setiap respon dari pertanyaan). Setelah itu dibuat trankrip dan disimpan dalam media penyimpan, atau diinput langsung ke dalam komputer. Data yang sudah diinput kemudian diolah menggunakan software agar dapat dianalisis. 

Langkah 6 : Mempersiapkan laporan penelitian 
Agar hasil temuan penelitian dapat bermanfaat dalam pengambilan keputusan dan dapat dimengerti oleh orang lain maka hasil riset tersebut harus dibuat laporannya. Format laporan umumnya menyertakan: tujuan dan masalah yang diriset, metode penelitian yang digunakan, temuan-temuan penting, serta kesimpulan dan saran. Laporan tersebut harus dibuat dalam bentuk yang komprehensif dan mudah dibaca. 

·       Paradigma penelitian
Paradigma kuantitatif :
a. Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.
b. Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.
c. Realitas bersifat objektif dan berdimensi tunggal.
d. Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.
e. Bebas nilai dan tidak bias.
f. Pendekatan deduktif.
g. Pengujian teori dan analisis kuantitatif.

Paradigma kualitatif :
a. Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.
b. Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.
c. Realitas bersifat subjektif dan berdimensi banyak.
d. Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.
e. Tidak bebas nilai dan bias.
f. Pendekatan induktif.
g. Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.

Perbedaan paradigma kuantitatif dengan paradigma kualitatif
Perbedaan antara Paradigma Kuantitatif dengan Paradigma Kualitatif terletak pada asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian. Perbedaan selanjutnya akan memengaruhi strategi dan desain penelitian. Perbedaan asumsi tersebut di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Hubungan peneliti dengan fakta yang diteliti menurut paradigma kuantitatif diasumsikan bersifat independen sehingga peneliti dapat menguji realitas fakta secara objektif, terbatas pada dimensi tunggal, bebeas nilai. Sebaliknya menurut asumsi paradigma kualitatif, penelitian berinteraksi dengan fakta yang diteliti sehingga lebih bersifat subjektif, tidak bebeas nilai,

2 Proses penelitian paradigma kuantitatif menggunakan pendekatan deduktif, sedangkan pada penelitian paradigma kualitatif menggunakan pendekatan induktif.

3. Paradigma kuantitatif menekankan pengujian teori dengan analisis kuantitatif dibandingkan pendekatan kualitatif yang memberikan tekanan pada penyusunan teori melalui pengungkapan fakta dengan analisis kualitatif.

·        KESIMPULAN
Metodologi penelitian merupakan sebuah cara untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan penelitian. Maka dari itu, metodologi penelitian sangat berguna untuk meneliti sebuah hal dengan hasil lebih detail dan spesifik. Karena pada dasarnya, manusia selalu berusaha untuk meneliti segala suatu hal untuk mengembangkan ilmu dan menambah wawasan. Oleh sebab itu, Metodologi penelitian sangat berguna agar ketika seseorang ingin mengetahui sebuah hal. Tentu nya akan mendapatkan hasil yang spesifik. Mengapa begitu? Karena penelitian dipengaruhi oleh kewajiban dan tuntutan dari sebuah profesi tiap orang.

·        SUMBER



Rabu, 06 April 2016

 Manusia dan Keindahan

 
 
A. KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
  1. APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–“beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni:
a)       keindahan dalam arti yang luas
b)       keindahan dalam arti estetis mumi
c)       keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur.) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi
–       keindahan seni
–       keindahan alam
–       keindahan moral
–       keindahan intelektual
 
Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat.
Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits (beaty is unity of formal relations of our sense perceptions).
Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

  1. NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu ha! lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
(1)     puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
(2)     Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.
Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
  1. c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Bagi scorang seniman selera seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan seniman mungkin faktor ekstansi lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni. Dengan kata lain, ia hanya mampu menikmati keindahan tetapi. tidak mampu menciptakan keindahan.

  1. APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3) penderitaan manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Sumber :
- https://hadi27.wordpress.com/rangkuman-manusia-dan-keindahan-serta-manusia-dan-penderitaan/

KESIMPULAN :
Manusia dan keindahan akan selalu dihubungkan dengan suatu karya. karna Manusia juga mempunyai hak dan kewajibannya yaitu menjaga dan melindungi Alam yang menghasilkan keindahan. manusia juga harus melestarikan keindahan yang ada. karena keindahan bukan berasal dari alam saja. keindahan juga berasal dari seni, moral dan intelektual. keindahan alam adalah contoh dari keindahan yang dibuat secara alami. lain hal nya dengan keindahan seni. keindahan seni dibuat dengan menggunakan tangan. namun keindahan seni membutuhkan imajiinasi untuk mendapatkan hasil karya yang bagus. maka dari itu kita harus menjaga keindahan-keindahan yang ada pada kehidupan kita ini.



 

Sabtu, 05 Desember 2015

IPTEK dan KEMISKINAN


A.    IPTEK
IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. IPTEK itu sendiri adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perkembangan teknologi, baik dari sejarahnya, pembaharuan teknologi baru, serta semua hal yang berhubungan dengan teknologi.
Selain itu, IPTEK juga dapat menjadi sebagai sumber informasi bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kita untuk mengetahui berbagai hal yang ada didunia ini khususnya dibidang teknologi.

Dizaman modern seperti ini, IPTEK sangat berkembang pesat. Perkembangan IPTEK saat ini dapat dibuktikan dengan munculnya berbagai jenis alat yang kita gunakan sehari-hari, seperti handphone yang dahulu merupakan barang yang bersifat tersier sekarang sudah menjadi barang yang bersifat wajib atau pokok. Didalam alat yang hanya seukuran genggaman tangan, kita sudah bisa tahu berbagai macam informasi, pengetahuan, dan wawasan yang cukup luas dari sebuah alat yang berukuran kecil.
Dengan perkembangan IPTEK dapat mempermudah pekerjaan manusia, dari yang tadinya sesuatu pekerjaan berat yang dilakukan oleh manusia dilakukan dengan waktu yang lama dan butuh tenaga yang besar, tetapi kini dengan perkembangan IPTEK yang begitu pesat pekerjaan manusia yang berta dapat dikerjakan tanpa kontak langsung dengan manusia dan waktu yang dibutuhkan begitu cepat dengan menggunakan sebuah mesin (robot).
Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan ada dapak negatif nya, berikut dampak positif dan dan dampak negatif dari perkembangan IPTEK yang begitu pesat :
1.         Dampak Positif
·      Mudahnya Mendapatkan Informasi
·      Mudahnya Menyebarluaskan Informasi
·      Memperudah Aktivitas Manusia
·      Dapat Menambah Pengetahuan dan Wawasan
·      Mudahnya Menghubungi Satu Sama Lain Tanpa Bertemu Secara Langsung
·      Munculnya Metode Pembelajaran Baru di Bidang Pendidikan
·      Mempercepat Segala Aktivitas Manusia

2.         Dampak Negatif
·      Merosotnya moral anak-anak dan remaja akibat mereka tahu apa yang seharusnya mereka belum tahu.
·      Penyebaran tindakan asusila dan konten-konten porno yang dapat dengan mudah diakses  oleh semua orang.
·  Dapat menimbulkan perang antar negara karena dapat menjadi suatu senjata yang mematikan.
·      Timbulnya persaingan didunia kerja.
·  Timbulnya polusi akibat pesatnya perkembangan IPTEK, seperti di bidang industri, kendaraan bermotor, dll.
·      Semakin berkurangnya nilai tradisional.
·      Mempengaruhi pola fikir manusia.

Sebenarnya masih banyak dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari pesatnya kemajuan IPTEK. Tetapi hanya itu yang bisa dapat saya sampaikan.

B.    KEMISKINAN
Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana tidak dapat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemisikina juga dapat diartikan sebagai keadaan dimana rendahnya tingkat pendapatan dari sekelompok masyarakat yang berada dalam garis kemiskinan.
Kemiskinan dapat dinilai dan dapat dilihat dari 3 segi. Pertama, segi subsistem yaitu pengahsilan yang hanya cukup untuk makan saja. Kedua, segi ketidakmerataan yaitu poisi relatif dari setiap golongan menurut penghasilan. Ketiga, segi eksternal yaitu mencerminkan konsekuensi kemiskinan berdasarkan masyarakt disekelilingnya dan mengakibatkan dampak sosial yang tidak ada habisnya.
Kemiskinan juga berhubungan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Dengan pesatnya perkembangan IPTEK, tingkat kemiskinan juga semakin meningkat. Ini dikarenakan rendahnya pengetahuan masyarakat dikalangan bawah tentang kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya saat ini.
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas tentang dampak negatif dari pesatnya perkembangan IPTEK yaitu “Timbulnya persaingan didunia kerja”, ini merupakan salah satu penyebab dari naik nya tingkat kemiskinan. Karena dengan perkembangan IPTEK yang begitu pesat menyebabkan manusia dituntut untuk dapat mengerti dan mengikuti perkembangan IPTEK. Sehingga jika seseorang tidak dapat mengikuti perkembangan IPTEK maka kemungkinan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak sangat kecil dibandingkan seseorang yang dapat mengikuti perkembangan IPTEK.

Kesimpulan : pada perkembangan zaman seperti saat ini, pengaruh IPTEK kepada kemiskinan akan terpengaruh pada kehidupan sehari-hari bagi rakyat kecil. karena semakin canggih perkembangan IPTEK. maka, semakin dibutuhkan nya pula teknologi canggih di kehidupan sehari-hari untuk memudahkan segala urusan. namun hal itu akan terbilang berat atau sulit bagi kalangan masyarakat kecil. karena untuk memiliki sesuatu benda atau barang yang berhubungan dengan IPTEK harus mempunyai budget yang terbilang besar bagi sebagian orang. selain itu juga, adapun dampak- dampak yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, ada dampak negatif dan positif. contoh nya, dampak negatif seperti kurang nya berinteraksi sosial di dunia nyata, karena otomatis sebagian orang akan lebih senang berinteraksi sosial melalui gadget yang mereka punya. dan dampak positif dari perkembangan IPTEK yaitu, segala urusan akan semakin mudah dilakukan, dan cara nya pun semakin simple dan cepat.

SUMBER : 
- http://aankurniawan-astra.blogspot.co.id/2014/11/iptek-dan-kemiskinan.html